Galery

Galery

Validitas Interpretatif



Pascaberagam data yang terkumpul dari lapangan, langkah selanjutnya adalah menentukan keabsahan atau validitasnya. Untuk mengukur keabsahan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan validitas deskriptif, validitas interpretatif, dan validitas teoritis. 

Validitas interpretatif dalam penelitian mengacu pada tingkat akurasi sorotan/liputan peneliti terhadap makna partisipan tentang objek atau peristiwa yang sedang diteliti. Berkenaan dengan hal tersebut, peneliti harus mengumpulkan data yang bisa memperjelas pandangan ‘emik’ (atau ‘orang dalam’ atau ‘pribumi’) dari para partisipan penelitian. Tujuan memberi ruang kepada pandangan emik adalah digunakan untuk memahami cara pandang dan cara berfikirnya partisipan (bukan peneliti). 

Sumber: Suhadi, 2015. Analisis Fungsionalisme Struktural. Unnes. Semarang.